Salam Redaksi

Puji syukur alhamdulilah, kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta karuniaNya kepada kita semua sehingga untuk pertama kali OSIS SMA N I Wiradesa dapat menerbitkan majalah sekolah yang diberi nama “HIGH”
HIGH muncul atas dasar sebuah harapan besar akan tingginya cita-cita siswa-siswi SMA N I Wiradesa. Nama yang sebenarnya juga diambil dari kata honest, interesting, good dan hits ini diharapkan mampu menjadi wadah kreatifitas siswa, berbagi informasi, maupun wadah guna menampug ide dan pendapat dari, oleh, dan untuk semua warga SMA Negeri I Wiradesa khususnya para siswa.
Kami menyadari bahwa penerbitan perdana majalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami dan segenap Redaktur Majalah HIGH mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan. Demi keberhasilan majalah ini, kami mengharap adanya kritik serta saran yang bersifat membangun dari semua pihak sehingga kedepan kami dapat menyajikan HIGH dengan lebih baik lagi.
Akhir kata, kami sampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berperan dalam penerbitan majalah ini. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua, seluruh warga SMA I Wiradesa. Amin.

Minggu, 12 Februari 2012

Profile : FUAD ALFAJAR

Anak KIR Yang Punya Cita-cita Mulia

Hay Sobat HIGH, SMA kita tercinta ini sudah banyak mengeluarkan siswa-siswa yang berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik . Salah satunya cowok hitam manis yang lagi duduk di kelas XII IPA 1, siapa dia????   , Yups .., tepat sekali ! siswa tersebut bernama Fuad Alfajar . Bagi sobat HIGH yang mengikuti ekstrakulikuler KIR pasti tidak asing mendengar nama tersebut , karena Fuad, begitu ia akrab disapa adalah mantan ketua KIR tahun 2010/2011. Selain dalam ekstrakulikuler KIR , Fuad juga pernah aktif di berbagai organisasi lain , salah satunya OSIS di sekbid 8 (seni) , Atletik & Seni lukis . Namun ada juga organisasi di luar sekolah yang Ia tekuni yakni IPPNU .
Cowok kelahiran , Pekalongan 2 Oktober 1993 ini dipilih oleh Tim Redaksi sebagai profil siswa berprestasi, karena dilihat sikap & macam-macam prestasi yang pernah ia peroleh, diantaranya Perlombaan KIR tingkat provinsi yang pernah ia jalani . Dengan karya ilmiah yang berjudul “Peluang Pemanfaatan Budidaya Nilam” , Fuad berhasil mendapatkan peringkat 8 ditingkat provinsi.
Awalnya cowok yang mempunyai hobi bereksperimen ini diikut sertakan oleh oleh ibu Sri Trilasmini S.Pd selaku pembina KIR SMA N1 Wiradesa untuk mengikuti acara tersebut. Perasaan minder sempat hinggap di hatinya , apalagi Fuad hanya diberikan rentan waktu kurang dari 1 minggu untuk mempersiapkan segala keperluan lomba mulai dari penelitian sampai menyusun makalah . Dengan semangat & tekad untuk menjadi juara serta bantuan dari bapak dan ibu guru pembimbing & kakak kelas alumni , akhirnya segala perlengkapan untuk lomba bisa selesai tepat waktu .
Berbagai tahap seleksi lomba yang dilaksanakan di Manyaran Semarang akhirnya bisa dilalui oleh cowok alumni SMP N1 Wiradesa ini . Tahap pertama yakni penilaian makalah, pada tahap ini Fuad mendapat kan peringkat 2 dibawah SMAN3 Semarang . Tahap selanjutnya yakni presentasi dari hasil penelitian, pada tahap ini ia menduduki peringkat 8 tingkat Provinsi mengalahkan pesaing dari Kabupaten Pekalongan , yakni SMA N1 Kajen , SMA N1 Kedungwuni & SMA N1 Bojong .
Selain prestasi diatas, Fuad juga pernah memperoleh juara dari berbagai macam kejuaraan lainnya , yakni Kejuaraan cerdas cermat , Kejuaraan POSPEDA (Pekan Olahraga dan seni Pondok Pesantren Daerah) dengan bidang membaca puisi Al- Qur’an , pada waktu itu ia mewakili kontingen Kota Pekalongan saat Fuad mengenyam pendidikan diPonpes Darul Islah ,Panjang ,Pekalongan. Selain itu cowok yang mengaku hobi menggambar ini juga pernahmenjadi juara 1 Lomba Menggambar Logo Konversi gas yang diadakan oleh PT. Pertamina .
Fuad yang sekarang menginjak usia 18 tahun dan suka menyantap Roti & Susu , mengaku sangat terinspirasi dari kakak nya yang menjadi pengajar di SD Sijambe 2 dengan alasan karena ia dan kakak nya telah dekat sedari kecil . Motto hidup Fuad adalah “Memanfaatkan sesuatu agar lebih bermanfaat itu baik , tetapi akan lebih baiknya jika kita menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain” tuturnya saat diwawancarai oleh tim Redaksi di depan ruang 8 . Menjadi guru , membuat sekolah khusus anak-anak serta orang tidak mampu , dan ingin membuka lapangan pekerjaan untuk orang kurang mampu adalah cita-cita yang diimpikan Fuad dari kecil.
Hmm…mengagumkan bukan? Itulah sekelumit profil tentang siswa berprestasi dari SMA N1 Wiradesa , nah bagi para sobat HIGH yang ingin lebih akrab dengan Fuad , silahkan saja berkunjung di kediamannya yakni di Kel. Pekuncen Gg .02 , ataupun bisa berteman lewat akun Facebook pribadinya yaitu Fuad Alfajar.

Profil : Vincent si Pelari kita

Vincent  Yohan Adhika atau yang lebih akrab disapa Vincent Jo ini merupakan salah satu siswa SMA 1 Wiradesa yang berprestasi dan patut dibanggakan. Cowok yang terlahir pada tanggal 15 agustus 1993 dan beragama katholik ini merupakan putra dari salah satu guru senior kita yaitu Bapak Sarino Semiron, BA. Cowok yang selain cakep (katanya mirip orang Korea) #eh ^_^V ini merupakan atlet lari dan sepakbola lho.. ia merintis karirnya sejak duduk dibangku kelas 4 SD tepatnya di SD N 1 Subah lalu meneruskannya di SMP 3 Subah dan sekarang tercatat sebagai penghuni XII IPA 5 di SMA 1 Wiradesa.
    Mantan Kapten sepakbola tim Spatra dan tim POPDA Kabupaten Pekalongan ini punya prestasi yang cukup banyak, antara lain juara 2, 3, 3 lari 10km tingkat Kabupaten dan Propinsi, 4 kali juara lari 1500m tingkat Kabupaten. Bahkan, pernah masuk 5 besar KEJURNAS lari di Jakarta dan berhasil membawa pulang medali perak pada lomba lari estafet tingkat Nasional di Ambon. Lalu, pada bidang sepakbola ia berhasil meraih juara pertama pada kejuaraan nasional (KEJURNAS) dan juara 2 POPNAS di Riau, dan masih banyak lagi piala yang sudah ia sabet baik tingkat Kabupaten maupun Propinsi.
    Cowok yang sekarang masih disibukkan dengan timnya yaitu Persibat (Batang) ini pun berpesan kepada seluruh sobat High agar terus semangat dan jangan mudah putus asa, karena untuk menjadi sukses harus ada proses. Kita harus melaluinya mulai dari nol sampai akhirnya menjadi orang sukses, dan yang perlu diingat nih jangan mudah putus asa yaa..Buat temen-temen yang pengen lebih kenal Vincent bisa add facebooknya yaitu “Vincents Jo”. Pssstt…bocoran nih, dia masih jomblo loh..ayo buruan pada daftar , sebelum janur kuning melintang #eh wkwk

Sosiologi : Pembentukan Kepribadian Anak

oleh : Siti Rodhiyah,S.Sos

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.
    Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah.
    Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu," ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini."
    Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Di sana , sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.
    Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Meski tak ada gugatan darinya. Tiap kali nasi yang dia suap, selalu ditetesi air mata yang jatuh dari sisi pipinya. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.
    Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa?".
    Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu, untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan." Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.
    Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.
     Mereka makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama. Dan anak itu, tak lagi meraut untuk membuat meja kayu.
* Cerita di atas merupakan hasil kutipan.

     Sahabat, anak-anak adalah persepsi dari orang tua. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang orang tua lakukan.
    Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat orang tua memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "bangunan jiwa" yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.
    Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Sebab, untuk merekalah orang tua akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.
      Jika anak hidup dalam kritik, ia belajar mengutuk.
      Jika anak hidup dalam kekerasan, ia belajar berkelahi.
      Jika anak hidup dalam pembodohan, ia belajar jadi pemalu.
      Jika anak hidup dalam rasa dipermalukan, ia belajar terus merasa bersalah.
      Jika anak hidup dalam toleransi, ia belajar menjadi sabar.
      Jika anak hidup dalam dorongan, ia belajar menjadi percaya diri.
      Jika anak hidup dalam penghargaan, ia belajar mengapresiasi.
      Jika anak hidup dalam rasa adil, ia belajar keadilan.
      Jika anak hidup dalam rasa aman, ia belajar yakin.
      Jika anak hidup dalam persetujuan, ia belajar menghargai diri sendiri.
      Jika anak hidup dalam rasa diterima dan persahabatan, ia belajar mencari cinta di seluruh dunia.
   
    Betapa terlihat di sini peran orang tua sangat penting karena mereka diistilahkan oleh Khalil Gibran sebagai busur kokoh yang dapat melesatkan anak-anak dalam menapaki jalan masa depannya.
Terkait dengan pendidikan formal, orang tua perlu mencari benang merah dan sinkronisasi beberapa hal yang utama, yang membantu anak mengembangkan hal-hal dasar dalam kepribadiannya. Sebagaimana orang tua memilih sekolah yang sesuai dengan orientasi nilai dan harapan mereka, begitu juga orang tua seyogyanya mengadaptasikan pola-pola pendidikan yang konstruktif dan positif dari sekolah. Paling tidak, di antara keduanya, saling mengisi – dan bukan saling meniadakan. Untuk itu lah, komunikasi orang tua dengan anak, dan komunikasi antara orang tua dengan pihak sekolah, menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.
    Orang tua tidak bisa bersikap “tahu beres” baik terhadap anak maupunn pihak sekolah. Karena, ketika terjadi ketidakberesan, orang tua tidak bisa semata-mata menunjuk pihak sekolah sebagai “biang keladi” dari persoalan yang dihadapi anak. Bisa saja persoalan dimulai / terjadi di sekolah, namun orang tua harus melihatnya secara bijaksana, karena reaksi seorang anak terhadap sesuatu, sangat dipengaruhi oleh proses belajar yang dilaluinya dan pola asuh yang paling mendominasi bentukan sikap dan kepribadiannya.
Jadi, keluarga, adalah tempat utama pendidikan dan pengembangan seorang anak. Sekolah, pada dasarnya mengarahkan, memberikan bimbingan dan kerangka – bagi anak untuk belajar, bertumbuh dan berkembang. Sementara keluarga, justru menjadi center of education yang utama, pertama dan mendasar.
Tentu hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini dan tentu orang tua selalu berharap generasi yang akan datang harus lebih baik dari orang tua.

puisi : Patah Hati

isi...

cerpen : Satu Episode Kehidupan

Oleh : Eva Rizkiana

Teriknya  matahari siang ini tak menjadi penghalang kami untuk mengumpulkan sampah-sampah plastik di sepanjang jalan. Pemulung. Ya itulah pekerjaan kami, setelah kedua orang tua kami meninggal akibat kebakaran yang terjadi di rumah kami dua tahun silam. Beruntung, sampai sekarang kami masih bisa bersekolah. karena keringanan yang diberikan pihak sekolah pada kami.
    Sepuluh...dua puluh...empat puluh lima ribu rupiah, total uang yang kami dapatkan hari ini. Hasil mengumpulkan sampah. Penghasilan kami memang tak tentu. Tak jarang pula, kami hanya makan nasi dan kerupuk. Meskipun demikian, kami tak pernah berhenti  mengucap syukur pada Ilahi.
***
Setiap pagi aku dan Salsa, adikku, selalu berangkat sekolah bersama. Sekolah kami memang berdekatan. Aku bersekolah di SMA DWIJAYA sedangkan Salsa di SDN 1 Pekalongan. Sekolahku merupakan sekolah bertaraf internasional, sebagian besar siswa yang bersekolah di sana adalah anak  konglomerat atau pejabat daerah.
Tapi aku, aku bersekolah di sini karena aku mendapatkan beasiswa. Selain beasiswa untuk siswa berprestasi aku juga mendapat bantuan khusus anak yatim. Maka tak jarang aku merasa perlakuan mereka tidak adil kepadaku. Tapi ada satu orang yang sangat peduli kepadaku, yaitu Dimas. Dimas selalu bersikap baik, dia pun tak pernah malu bergaul denganku meskipun aku cuma seorang pemulung sampah. Padahal dia adalah anak dari seorang pengusaha batik sukses di Pekalongan. Hanya dia yang dapat mengerti perasaanku.
Sepulang sekolah, sejenak aku duduk di depan gerbang memandangi teman-temanku satu persatu dan melempar pandangan ke segala arah, mencari sosok gadis kecil (adikku)
“ Kak Niken”, sebuah teriakan yang mengejutkan lamunanku.
“Maaf kak, tadi Salsa dari perpustakaan pinjam buku ini,” jawab Salsa sambil menunjukkan buku tebal yang membahas masalah kesehatan, menjadi seorang dokter adalah cita-cita Salsa, yang selalu membebani pikiranku.
Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 sore, namun belum ada satupun botol atau sampah plastik yang kami kumpulkan . karena itu kami memutuskan berpindah tepat ke pinggiran jalan pantura.
 “Sa, kamu jangan kemana mana ya, kamu cari disini saja, biar nanti kakak yang mencari botol-botol plastik di seberang sana,” nasihatku pada gadis kecil itu.
” Iya Kak, Kakak hati-hati ya,” jawab Salsa sambil tersenyum.
Di seberang sana, sesekali aku menengok ke arah Salsa untuk memastikan keadaannya. Matahari sudah mulai tenggelam. Tapi sayang aku tidak mendengarnya. Sampai pada akhirnya aku mendengar jeritan  suara benturan  dan tak lama kemudian jeritan melengking terdengar dari arah seberang jalan.
“Salsa!!!!”, pekikku.. sesegera mungkin aku berlari ke arah suara adikku. Mataku basah dengan air mata, tubuhku lemas tak berdaya saat mengetahui gadis kecil itu adalah Salsa, adikku. Sosok gadis kecil yang selama ini menjadi penyemangatku, kini ia telah terbujur kaku, kembali padaNya. Ya Allah betapa berat cobaanmu. Hanya Salsa yang aku punya. Dial ah pelita hidupku. Dan kini dia telah kau ambil.
Aku merindukan sosoknya, canda tawanya dan saat-saat ketika aku sedang bersamanya.
Sudah 2 hari ini aku tidak masuk sekolah, aku masih terbawa kesedihan sejak kepergian adiku. Aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan di dunia ini, tidak ada semangat untuk aku menjalani kehidupan.
“ Jangan bilang begitu, ken. Masih ada aku” tiba-tiba Dimas muncul dari balik pintu.
” Dimas, masih saja kamu peduli dengan aku?” tutur ku.
“Aku kan teman mu, aku tidak mau melihat teman ku yang satu ini terus-terusan sedih”. Aku hanya tersenyum dan terdiam, wajah salsa muncul di bayanganku. Aku teringat dengan almarhun adiku.
“Aku rindu dengan salsa, Dim”, sambungku dengan suara yang begitu lirih dan hampir putus asa.
“Hmm..ya sudah, Ayo kita bersama-sama menengok makam adikmu.” ajak Dimas kepadaku
Tanpa pikir panjang aku langsung menerima ajakan Dimas.

                        ***
    Air mataku jatuh, isak tangisku terdengar keras, terbayang wajah salsa. Dimas mencoba menenangkanku dan memeluk tubuhku erat dan mengusap air mata yang terus mengalir dari pelupuk mataku.
“ Aku tahu apa yang kamu rasakan saat ini. Tapi kamu harus terus mencoba untuk melepaskan kesedihanmu itu. Kamu pasti bisa Niken,” hibur Dimas.
Senyum kian mengembang di wajahku.” Aku pasti bisa melawan kesedihan ini  dan membuka lembaran baru untuk masa depanku. Aku tidak boleh terpuruk seperti ini, demi almarhum Salsa dan kedua orang tuaku. Aku ingin mereka bahgia melihat kesuksesanku kelak.” Jawabku optimis.
“ Gitu dong, Gue suka gaya loe” Balas Dimas.
“Makasih ya Dim, berkat kamu aku jadi semangat lagi. Kamu memang temanku yang paling baik.”
“ Tapi aku pengen kita lebih dari ini Ken.”
“ Maksud kamu...?”
“ Iya ken, aku suka sama kamu. Aku sayang kamu, rasa sayangku lebih dari seorang teman.”
Aku berusaha mengalihkan pembicaraan, agar Dimas tidak berharap lagi padaku. Aku sadar posisiku dan hubungan kami pasti tidak akan direstui oleh kedua orang tua Dimas. Sebelum aku semakin dipermalukan dihadapan orang tuanya, lebih baik aku menghindar, meskipun aku juga menyimpan rasa cinta untuk Dimas.
“ Dim, kamu enggak pulang? ini kan sudah sore,” Tanyaku.
“Kamu kan belum menjawab pertanyaanku tadi.”
“Pertanyaan apa? sudah sana, kamu pulang..Nanti dicariin mama sama papa kamu.” Tuturku sambil menggandeng tangan Dimas.
 “ Aku akan menunggu disini sampai kamu mau menjawab pertanyaanku, Ken”
“ Okay, aku akan jawab pertanyaan kamu sekarang. Aku gak bisa nerima cinta kamu Dim. Aku bukan siapa-siapa dan aku hanya mengganggapmu sebatas teman. Aku mohon lupakan aku dan perasaan itu.”
“Ya sudah kalau memang itu keputusanmu. Selamat malam Ken.”
Aku memandang wajah Dimas dan melihat kepergiannya dari gubuk kecilku. Sesekali Dimas menengok kebelakang memandangku. Malam ini, kesepian merengutku. Di dalam gubuk kecil ini aku tinggal sendiri. sekarang aku benar-benar sendiri merasakan betapa pahitnya kehidupan.

****

Jumat, 03 Februari 2012

Sosok : KaSek SMA Negeri 1 Wiradesa

Senyum merekah tak penah lekang dari bibirnya. Ramah, itulah kesan yang pertama kali muncul dibenak kita. Pak Didik, nama yang tak lagi asing di telinga kita, Kepala SMA N 1 Wiradesa tercinta. Pria yang bernama lengkap Didik Pujiyuwono ini memang belum lama memimpin sekolah kita. Dimulai sebagai Pelaksana Tugas atau sering disebut Plt Kepala Sekolah yakni dari tanggal 15 Maret-23 November 2011. Kini label Plt telah dibuang karena mulai tanggal 24 November 2011 beliau resmi memimpin sekolah kita. Memang belum begitu lama. Ibarat tanaman yang baru saja ditancapkan, tetapi gaungnya sebagai pemimpin yang peduli dan ngayomi dengan segera diketahui oleh warga sekolah kita. Ya tentu saja, majalah HIGH inilah buktinya. Dengan persetujuan beliau pula, akhirnya sekolah kita tercinta mampu menerbitkan edisi pertama majalah sekolah.

Bapak kelahiran Pekalongan, 16 April 1960 ini memang layak menjadi pemimpin kita. Diusianya yang masih relative  muda, beliau telah empat kali ditugaskan menjadi pemimpin diempat sekolah yang berbeda. Melihat hal ini, pengalaman kepemimpinan beliau memang sudah tidak diragukan lagi.  Beliau juga hobi banget lho manfaatin waktu luang untuk browsing-browsing dan nulis di blog. Nah pas bangetkan dengan gaya anak muda jaman sekarang. Intinya, kepala sekolah kita ini anak muda bangetlah. Bisa dilihat kok,di salah satu blog beliau deelis2010.wordpress.com.

Selain pekerja keras, Pak Didik juga sosok yang menyayangi keluarga. Bagi beliau keluarga adalah nomor satu. Terbukti pula, jika terdapat waktu luang, selain mampir ke blog, beliau juga nyempetin jalan-jalan bersama keluarga. Paling nggak mampir ke tempat buah hati karena kedua putra beliau, Mbak Ivon dan Mas Ardya sementara ni nggak dirumah karena masih menimba ilmu alias kuliah di luar kota yakni Semarang dan Bandung.

Dengan sebuah harapan besar, beliau berpesan agar HIGH mampu tumbuh menjadi salah satu media yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan kreatifitas siswa. Selain itu, juga menjadi media penyaluran bakat dan ajang untuk meningkatkan prestasi. Sesuai dengan harapannya pula, maka siswa diminta tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga ikut berpartisipasi dengan mengirimkan karya-karya kreatifnya sejalan dengan rubrik majalah.
Buat teman-teman yang ingin mengenal sosok beliau lebih dekat dan bercita-cita mengikuti jejak beliau, ni, HIGH kasih profil lengkap kepala sekolah kita tercinta;
Nama             : Didik Pujiyuwono
Asal               : Pekalongan
Ttl                  : 16 april 1960
Nama Istri      : Dzikronah
Jumlah anak   : 2 (dua)
Nama anak    : - Ivon Pangestka Irgari (23 th)
                       - Ardya Kusuma Puruhita (21 th)
Riwayat Sekolah    :
1) SDN Kalipancur, Bojong (1972)
2) SMEP N Pekalongan (1975)
3) SMEA N Pekalongan/ SMK 2 Pekalongan (1979)
4) IKIP Negeri Semarang (1983)

Riwayat Kerja    :
1) Guru SMA Kajen (1984-2005)
2) Kepala SMA I Paninggaran (2005-2008)
3) Plt. Kepala Sekolah SMA I Kandangserang (2007-2008)
4) Kepala Sekolah SMA I Kesesi (2008-2011)
5) Plt. Kepala Sekolah SMA I Wiradesa (15 Maret - 23 Nov 2011)
6) Kepala Sekolah SMA I Wiradesa (24 Nov 2011- Sekarang)

Ekskul : YANG DIMINATI, YANG BERPRESTASI

Basket SPaTrA

Nah,apa sih yang ad dipikiran kalian tentang ekskul?
Dan yang pasti banyak perbedaan pendapat mengenai ekskul. ada yang bilang menyenangkan dan ada juga yang bilang menyebalkan. Tapi,apa sih sebenarnya ekskul itu?
Nah,ekskul itu adalah program kegiatan dari sekolah yang dilakukan diluar dari jam mata pelajaran,kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa,baik itu potensi intelektual,sosio-emosional,maupun fisik. Ada fungsinya juga lho, yakni untuk memperkaya dan memperluas wawasan dan pengetahuan yang telah kita peroleh dari pendidikan formal. Okay,kali ini kita akan membahas mengenai ekskul yang berkaitan dengan pengembangan fisik yaitu basket.

Basket yaitu Olahraga bola besar yang sangat diminati dan difavoritkan oleh anak-anak sekolah,kuliah,maupun yang lainnya. Selain olahraga yang menyenangkan, basket juga banyak manfaatnya lho. Tahu gak apa saja manfaat dari basket yaitu:
Yapsssz, bener banget. Salah satu manfaatnya yaitu membuat badan kita menjadi lebih sehat,bugar,dan bersemangat. Selain itu, basket juga merupakan olahraga yang dapat melemaskan otot yang tegang dan juga dapat melancarkan peredaran darah. Dan satu lagi, dengan basket kita juga dapat menambah tinggi badan secara alami. Maka dari itu, jika kalian ingin memperoleh mafaat-manfaat tersebut, kalian dapat mencoba untuk berolahraga basket, setidaknya mengikuti ekskul basket dech.

Pada umumnya,yang mengikuti ekskul basket yaitu lebih banyak siswa-siswa yang sudah pada level profesional dan juga memiliki tinggi badan yang fantastis dan spektakuler. Hal inilah yang membuat siswa yang tidak memiliki kelebihan tersebut merasa enggan dan minder untuk mengikuti ekskul basket. Padahal ekskul itu tidak membatasi untuk siapa saja,justru dengan mengikutri ekskul kita akan dilatih agar yang tadinya tidak nisa memjadi bisa. Kecuali kalau untuk mengikuti loba,memang dibutuhkan pemain yang benar benar profesional.

Ektrakurikuler basket disekolah kita sendiri yaitu SMA 1 Wiradesa berada dibawah bimbingan bapak Mohammad Bager, Beliau adalah pembimbing yang selalu melatih setiap siswa-siswinya agar menjadi benar-benar profesional. Didukung oleh rutinitas para siswa untuk terus berlatih,yaitu tim putra pada setip hari selasa dan tim putri pada setiap hari kamis. Sehinnga membuat mereka menadi lebih profesional lagi,dan  juga telah membuahkan prestasi-prestasi yang sanagt membanggakan bagi sekolah kita ,salah satunya yaitu dari tim putra SMA 1 Wiradesa pernah mendapat juara 1 se karisidenan dalam ivent Gubernur Cup Jawa Tengah,dan dari tim putri sendiri  pernah mendapat juara 1 se karisidenan dalam ivent Sinar Selatan Cup. Dan juga yang baru-baru ini ivent antar sekolah yaitu SMANKA (SMA 1 Kajen) Cup dari tim putra memperoleh juara 1,dan dari tim putri mendapat juara 2. OK Kawan,maka dari itu tingkatkanlah dan kembangkanlah potensi yang ada pada diri kita dengan mengikuti ekstrakurikuler,terutama basket. ^_^ Karena selain memberikan banyak manfaat,basket juga bisa memberikan kesenangan batin tersendiri bagi yang melakukannya.

"Jangan pernah pendam potensi yang kamu miliki,kembangkanlah dengan mengikuti ektrakurikuler di sekolahmu."